Kata Mutiara [12 Juli 2008]

Barang siapa yang datang dengan membawa kebenaran maka terimalah meskipun ia orang jauh yang kau benci. Barang siapa datang membawa kebatilan maka tolaklah meskipun dia orang dekat yang kau cintai.
(Abdullah ibnu Mas’ud/ Al Fawaid, Ibnul Qayyim)

Karena betapapun perbedaan itu ada, kita harus menyikapinya dengan arif dan bijak.
(Anonim, pertama kali kudengar di radio Dakta Bekasi 107 FM di sekitar tahun 2007)

Parameter kesejatian seorang penuntut ilmu bukanlah hanya dilihat dari kemumpunian dalam keilmuannya, maupun kecanggihan dari keberpikirannya. Namun juga dilihat dari caranya menyikapi kritik yang datang atas keilmuannya dan caranya dalam mengkritik orang lain dengan tanpa melepaskan penghormatan kepada orang yang dikritiknya.
(Sendiri)

Hidup adalah pilihan sekaligus proses untuk tegar, dalam berjuang, dalam pengharapan, untuk memenuhi fitrah dalam hati yang terdalam. Yaitu menghadap wajahNya dengan pakaian kemuliaan. Istiqomahlah walau cuma seberkas tekad dalam dada!
(Sendiri)

Ibu adalah sebuah sekolah, yang apabila engkau persiapkan (dengan baik), berarti engkau telah mempersiapkan suatu bangsa dengan dasar yang baik.
(Siapa ya?)

Tak seperti bintang di langit
Tak seperti indah pelangi
Karena diriku bukanlah mereka
Ku apa adanya

(edCoustic – Menjadi Diriku)

Ketika da’i tak lagi dekat dengan Tuhannya, dengan bekal apa ia akan menyeru manusia di jalan-Nya. Padahal hati hanya bisa diseru dengan hati.
(Campuran)

Manusia itu ibarat air. Jika air mengalir, kotoran-kotoran yang ada di dalamnya akan melarut. Lain halnya jika air tergenang begitu saja. Kotorannya akan mengendap dan akan menjadi sarang nyamuk. Begitu pula dengan manusia. Jika manusia bergerak dan menyibukkan diri dengan aktifitas yang bermanfaat, mereka akan lupa dengan pikiran-pikiran hampa, dan ketakutan-ketakutan yang tiada gunanya. Bahkan manusia akan terus berusaha memperoleh cita-citanya. Sementara jika manusia tak mau beraktifitas. Pikiran-pikiran jeleknya akan terus mengendap. Sementara manusia itu rapuh dan akan larut di dalamnya dengan mudah.
(Dari buku… Buku mana yach? Dah lupa…)

Suka ataupun duka semua adalah bagian dari hidup yang harus kita hargai. Suka dan duka adalah warna-warni kehidupan, tentunya tanpa duka kita tak akan dapat merasakan nikmatnya suka. Dan tanpa suka kita tak akan bisa merasakan bersyukur. Tanggapi semua yang terjadi dalam hidup sebagai sebuah pelxajaran yang berharga.
(Ida Farida – Teman SMA)

  1. Jumat, September 14, 2007 pukul 12:39 pm

    Asw…
    klo blh komen : contentny bagus, c…
    Tp hijauny itu, lho… rather irritable

  2. Sabtu, September 22, 2007 pukul 8:26 pm

    yang penting komen dulu,,he2,,,,😆:mrgreen:🙄

  3. Rabu, Juli 2, 2008 pukul 8:17 pm

    isi lagi, donkz

  4. Wahyu Fahmy
    Sabtu, Juli 12, 2008 pukul 11:26 pm

    Sepertinya halaman ini perlu kupindah… Halaman yang selalu diupdate untuk tipe-tipe yang seperti ini sepertinya bad design…
    Enaknya gimana yach…?

  5. Kamis, Agustus 26, 2010 pukul 8:26 pm

    hbis baca smua isixaa,jd termotivasi nee,lok bisa ditmbh donggg….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: