Ilmu


Pendahuluan

Salafush shalih berasal dari kata as-salaf yang berarti pendahulu, dan ash-shalih yang berarti sholeh atau baik. Dengan demikian salafush shalih berarti para pendahulu yang baik. Para ulama sepakat bahwa salafush shalih adalah ulama-ulama yang shalih yang berasal dari zaman sahabat, tabi’in (generasi setelahnya), dan tabi’ut tabi’in (generasi setelah tabi’in). Salafush shalih adalah sumber rujukan utama bagi umat ini, dan para ulama kontemporer senantiasa tidak akan pernah lepas dari menyandarkan ilmu mereka kepada ilmu yang telah diwariskan oleh salafush shalih. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian orang-orang sesudah mereka (tabi’in) dan kemudian orang-orang sesudah mereka (tabi’ut tabi’in).” (Shahih Bukhari)

(lagi…)

Ringkasan pembahasan ini adalah:

  1. Menjelaskan kebenaran dengan disertai dalilnya, dengan tidak menyerang perbuatan yang mereka lakukan. Allah berfirman,

    الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ فَيَسُبُّواْ اللّهَ عَدْواً بِغَيْرِ عِلْمٍ

    “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.” [Q.S. al-An’am, 6: 108]

    Hal ini disebabkan karena kebenaran pasti akan diterima oleh siapa saja yang masih memiliki fitrah yang selamat. (lagi…)

Barangsiapa membuat sunnah yang baik di dalam Islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang setelahnya yang mengamalkannya tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala-pahala mereka. Dan barangsiapa membuat sunnah yang buruk di dalam Islam, maka baginya dosanya dan dosa orang setelahnya yang mengamalkannya tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka.” [HR. Muslim, 1017]

(lagi…)

Syaikh an-Nawawi Rahimahullah di dalam syarahnya tentang masalah bid’ah membagi bid’ah menjadi lima bagian:

  1. Al-bid’ah al-wajibah (bid’ah yang wajib) dan contohnya adalah menyusun dalil-dalil…

  2. Bid’ah mandubah (sunnah) seperti menyusun kitab-kitab ilmu pengetahuan.

  3. Bid’ah mubahah seperti bervariasi di dalam hidangan makanan.

  4. Bid’ah muharamah.

  5. Bid’ah makruhah.

(lagi…)

Pengertian Bid’ah

Bid’ah secara etimologis berasal dari kataاَلْبِدْعُ yang atinya membuat sesuatu yang baru tanpa ada contoh sebelumnya. Misalnya Allah berfirman,

بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ

Allah pencipta langit dan bumi.” [Q.S. Al Baqarah,2: 117]

(lagi…)

KESEHARIAN MUSLIM

Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah

Kata Pengantar.

Saudaraku….
Dengan penuh pengharapan bahwa kebahagian dunia dan akhirat yang akan kita dapatkan, maka kami sampaikan risalah yang berisikan pertanyaan-pertanyaan ini ke hadapan anda untuk direnungkan dan dijawab dengan perbuatan.

Pertanyaan-pertanyaan ini sengaja kami angkat ke hadapan anda dengan harapan yang tulus dan cinta karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, supaya kita bisa mengambil manfaat dan faedah yang banyak darinya, disamping itu sebagai bahan kajian untuk melihat diri kita, sudah sejauh mana dan ada dimana posisinya selama ini.

(lagi…)

1. TAUBAT
“Barangsiapa yang bertobat sebelum matahari terbit dari barat, niscaya Allah akan mengampuninya” HR. Muslim, No. 2703.
“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menerima tobat seorang hamba selama ruh belum sampai ke tenggorokan”.
(lagi…)