Flash Back


Suatu hari, hujan turun dengan lebat disertai angin dan petir. Bruuuss, jegerrr, begitu aku mendengarnya. Air hujan dengan tajam menerpa dedauan di seberang rumahku. Daun-daun itu bergoyang dengan keras dan melambai-lambai ke arah kiriku, ke arah angin yang bertiup dengan kencang. Cahaya-cahaya dari kilat menyusup dan membuat terang sesaat ubin rumahku yang berwarna kecoklatan dan memantul dari genangan-genangan air di teras rumah.

(lagi…)

Aku berdua dengan mamaku tidur di bawah aling-aling yang melindungi kami dari nyamuk. Aling-aling itu seperti sebuah tenda dan berwarna putih. Aling-aling ini ditarik dan dibentangkan dengan 4 buah tali yang diikat di tembok samping rumahku. Bentuknya seperti jaring-jaring dengan lubang yang sangat kecil. Di bawahnya ada kasur, tempat tidur kami.

(lagi…)

Surabaya, 1994

Namaku wahyu fahmi wisudawan. Biasanya aku dipanggil wawan. Aku sekarang berusia enggh, satu, dua, tiga, lima tahun! Aku tinggal di sini dan lahir di sini. Di sebuah daerah yang namanya lucu, dukuh kupang. Haha, aku jadi ingat dengan buah duku, buah kesukaanku. Buahnya kecil, lucu, dan enak. Kakek dari ibuku sering membawakannya setelah pulang dari kepergian beliau, yang katanya jauuuh sekali. (lagi…)