Kategori artikel: tidak terlalu berat, dikhususkan untuk seluruh umat Islam.
Anda diasumsikan memahami makna Jihad, Ashobiyah, dan mengetahui kondisi timur-tengah secara umum, minimal tentang Palestina dan Arab Saudi
Bismillahir Rahmanir Rahiim…
Sebenarnya artikel ini sudah cukup lama. Saya hanya berusaha semampu mungkin menjadi agen pemersatu umat Islam dalam satu barisan dengan satu tujuan: membela al haq dan menjadi oposisi bagi kebatilan. Tidak ada ashobiyah, tidak ada kepentingan pribadi atau segelintir pihak saja.
Sebenarnya saya terpaksa menulis artikel tahdzir (menjauhkan umat dari sesuatu) ini. Jika bukan karena rasa cinta yang membiru terhadap umat ini, saya tentu tidak mau mengirimkannya. Motto saya, media dibalas dengan media. Cercaan dibalas dengan cinta.
Cerita ini bermula dari ketidak-sengajaan saya mengunjungi situs ini pada tanggal 5 Januari 2009. Dalam artikel tertanggal 3 Januari itu termuat:
Serukan serang Israel, seorang Ulama’, Syikh Awad al Qorny ditangkap pemerintah Saudi (inilah.com, 01/01).
Hayo, siapa yang tidak panas? Lalu, dengan memotong di antara lipatan kertas yang dibuat sendiri, Hizbut-Tahrir[1] dengan gaya bom-bar-dir-nya berkomentar:
Inilah daftar pengkhianatan penguasa. Sungguh Islam dan umatnya tidak butuh mereka. Kelak mereka akan dicampakkan oleh umat dengan cara yang lebih hina. Inilah saatnya umat mempunyai Khilafah yang akan menghentikan kebiadaban Israel dan membuat perhitungan dengan para penguasa pengkhianat itu.
Pedes banget ga sih… Sama sekali ga mengandung rasa cinta terhadap sesama muslim. Saya mendapatkan artikel itu di link ini: http://hizbut-tahrir.or.id/2009/01/02/pemerintah-saudi-tangkap-ulama-yang-serukan-jihad-melawan-israel/ Apakah komentar pedas ini sudah tabayyun? Apakah sudah diklarifikasi ke pihak yang terkait? Jujur saya heran. Karena lembaga fatwa di Arab Saudi sendiri telah memfatwakan untuk bersama-sama melindungi Palestina. Kongkretnya, ujung-ujungnya tentu saja jihad[2]. Lalu, kalau begitu, semua ulama di sana ditangkap dong? Silahkan baca di link ini. Cek ricek, saya mencoba mencari artikel ini di arsip inilah.com pada tanggal 1 Januari 2009. Saya menemukannya. Tapi kalimatnya tidak sesederhana itu. Berikut nukilannya secara utuh:
Serukan Serang Israel, Ulama Ditangkap
INILAH.COM, Riyadh – Pemerintah Arab Saudi tidak bisa berbuat apa-apa atas penyerangan Israel ke Palestina. Namun ketika seorang ulama terkemuka menyerukan serang Israel, mereka malah menangkapnya.
Sheikh Awad Al Qarni menyerukan untuk menyerang warga Israel di seluruh dunia sebagai balasan terhadap serangan Israel ke Gaza. Dilansir dari DPA, Kamis (1/1), Al Qarni mengeluarkan fatwa pada Senin lalu yang menyebut darah orang Israel halal selama mereka menumpahkan darah saudara kita di Palestina.
Koran al-Rasad melaporkan bahwa al-Qarni ditangkap di Saudi Selatan dan telah dibawa ke Riyadh. Polisi tidak mau berkomentar atas penangkapan itu.
Dalam beberapa hari terakhir, fatwa al-Qarni banyak dibicarakan di situs-situs Internet, tulis koran tersebut. [*/ana]
Bacalah baik-baik, terutama yang saya warnai hurufnya dengan warna biru. Bukankah Syaikh tersebut mengatakan untuk menyerang semua warga Israel di seluruh dunia? Apakah itu yang dimaksud dengan “jihad melawan Israel” oleh Hizbut-Tahrir? Hizbut-Tahrir dalam situsnya seenaknya memotong kalimat informatif itu dengan kata-kata yang sangat sederhana, “Serukan serang Israel“. Sungguh sangat berbeda antara Israel yang menyerang Palestina dengan warga Israel di seluruh dunia.[3] Jihad sama sekali bukan seperti itu. Pemahaman bantai sana-sini yang penting dia orang “Israel”-lah yang dianggap banyak orang sebagai Terorisme! Maksud saya, terorisme terhadap warga Israel. Siapa yang tidak membenci Israel setelah pembantaiannya yang memilukan hati semua umat manusia tersebut? Jadi jangan bersikap seolah-olah cuma kita (termasuk Hizbut-Tahrir) yang memahami kondisi timur tengah.
Ini adalah kekacauan aliran informasi. Sekaligus juga merupakan salah satu dari sekian banyak penyebab kemunafikan di dalam pemberitaan dan modus dari ashobiyah! Benar-benar pembodohan. Kecil kata-katanya, besar efeknya. Sampai-sampai banyak blog yang latah menyebarkan komentar Hizbut-Tahrir ini di berbagai tempat. Silahkan cari sendiri via RSS.
Inilah.com walaupun tampaknya keliru memaknai jihad, tapi setidaknya tidak memotong informasi itu. Orang yang memahami Islam dengan baik tentu akan sedikit mengkerutkan keningnya (sekaligus geleng-geleng kepala) setelah membaca komentar dari inilah.com. Tapi, memang itulah realitanya. Saya tak ingin membahas panjang lebar di postingan kali ini kecuali 3 hal: bersikaplah adil, tidak bombardir, dan arif dalam pemberitaan. Itu saja.
Hizbut-Tahrir.or.id semestinya bersikap bijak
Jika umat muslim Indonesia mendengar kata-kata di situs Hizbut-Tahrir tersebut, siapa yang tidak marah dengan Saudi? Dengan sifat umat muslim Indonesia yang malas untuk cek dan ricek, malas tabayyun, lebih suka bom-bar-dir dulu mikir belakangan, saya rasa tidak ada yang mau repot-repot untuk mengecek ke sumber asalnya, dan juga mengingat informasinya tidak mudah dicari. Tapi inikah yang diharapkan Hizbut-Tahrir? Saya rasa artikel ini tidak mendidik dan justru memunculkan benih-benih kedengkian di hati umat ini. Itukah yang diharapkan Hizbut-Tahrir yang notabene begitu ingin membangun khilafah kembali? Dengan kedengkian (terhadap Saudi)-kah mereka ingin membangun khilafah?[4] Sama sekali tak mungkin bisa membangun khilafah yang penuh cinta kasih terhadap umat manusia dengan cara-cara kebencian. Hanya akan membuat firqoh (kelompok yang terpecah-pecah) saja! Terlebih lagi, saya jadi merasa bias, apa pemahaman Hizbut-Tahrir soal Jihad?
Saya sejujurnya tidak tahu apa-apa soal Hizbut-Tahrir, kecuali satu hal: fokus yang kuat menuju pembangunan khilafah kembali. Saya sudah meminta klarifikasi ke Hizbut-Tahrir.or.id tentang artikel ini. Tapi tidak ada respon. Padahal saya sudah memasang komentar ke situs tersebut dua kali, yakni pada tanggal 5 dan 10 Januari 2009. Sampai saya membaca Hizbut-Tahrir.or.id terakhir kali untuk memberikan komentar kedua ini, komentar pertama saya belum di-approve. Saya tidak habis pikir. Semua komentar yang di-approve adalah komentar-komentar penghinaan terhadap Saudi. Tapi komentar saya yang baik-baik (walau sedikit pedas) tidak di-approve. Padahal saya cuma bilang:
Saya sudah mencoba untuk mencari artikel tersebut di inilah.com…
Saya menemukan artikel ini: “Sheikh Awad Al Qarni menyerukan untuk menyerang warga Israel di seluruh dunia sebagai balasan terhadap serangan Israel ke Gaza. Dilansir dari DPA, Kamis (1/1), Al Qarni mengeluarkan fatwa pada Senin lalu yang menyebut darah orang Israel halal selama mereka menumpahkan darah saudara kita di Palestina.”
Saya rasa wajar saja jika ulama tersebut ditangkap… Lihatlah baik2.. Seluruh “warga israel”, bukan “seluruh penganut zionisme”… Apakah orang2 israel sipil juga harus diserang…. Saya rasa Hizbut Tahrir perlu lebih adil dengan mencantumkan Fatwa terbaru Lajnah Da’imah di:
http://ulamasunnah.wordpress.com/2009/01/01/fatwa-terbaru-lajnah-daimah-tentang-krisis-gaza/Saya adalah seorang yang moderat. Saya mendukung Hizbut Tahrir… Tapi tidak mau dengan menjatuhkan Saudi.. Saya juga tidak mau berpikir bahwa Hizbut Tahrir terlalu reaktif dan tergesa-gesa dalam bersikap. Tapi artikel ini membuat saya ragu tentang sikap Hizbut Tahrir yang sebenarnya.
Saya tunggu komentar dari Hizbut Tahrir.
Apakah saya kurang sopan? Terlebih lagi, sebenarnya, seandainya ulama tersebut memfatwakan untuk menyerang semua penganut zionisme, fatwa inipun masih perlu dipertimbangkan mengingat di dalamnya masih tercakup kalangan sipil Israel.
Lalu bagaimana dengan fatwa beliau yang sekarang? Umat muslim bisa tergiring dengan kekacauan dengan membunuhi orang-orang yang dikategorikan Yahudi secara serampangan. Padahal, kalau tidak salah presiden Venezuela saja sudah bisa bersikap bijak dan tegas dengan meminta warga Yahudi untuk menolak secara tegas agresi Israel. Silahkan search di google engine… Saya lupa baca di situs berita mana. Tapi yang memberitakannya banyak sekali.
Jadi, sudah sewajarnya ulama tersebut diamankan sementara waktu. Terlebih lagi, Saudi dikenal sebagai negara yang memproteksi umat muslim dari pemikiran-pemikiran negatif yang menyebar.
Seharusnya Hizbut-Tahrir.or.id selain memberikan komentar juga lebih bersikap bijaksana dengan mencantumkan Fatwa Lajnah Da’imah dan ucapan-ucapan syaikh dari Saudi tersebut. Itu memang jika Hizbut-Tahrir.or.id bukan media perusuh umat Islam.
Saya mohon maaf atas kesalahan yang saya lakukan. Mohon koreksinya. Apalah saya jika dibandingkan dengan Hizbut-Tahrir. Saya hanya manusia yang penuh dengan kesalahan. Riwayat perjuangan saya jika dibandingkan dengan Hizbut-Tahrir terlampau jauh. Tapi, saya rasa itu bukan alasan untuk tidak berlomba-lomba dan saling menasehati dalam kebaikan. Saya terpaksa memposting artikel ini karena peringatan saya tidak digubris Hizbut-Tahrir.or.id selama tenggat waktu yang telah saya tetapkan (yakni 5 hari). Semoga Allah menjaga kita (termasuk Hizbut-Tahrir) di dalam kebaikan, mengampuni kekhilafan kita, dan melindungi umat ini dari zionisme dan ashobiyah.
Barokalloohufiikum.
[1]. Saya mohon maaf jika saya keliru dalam menggeneralisasikan antara Hizbut-Tahrir yang notabene gerakan Internasional dengan Hizbut-Tahrir.or.id yang notabene cuma situs bikinan orang Indonesia yang mewakili Hizbut-Tahrir.
[2]. Memang terdapat perbedaan sikap antara Saudi dan Hizbut Tahrir. Tapi perbedaan itu saya rasa bukan halangan selama umat Islam bersikap bijaksana. Silahkan baca sikap Saudi pada umumnya di sini (diwakili oleh seseorang) . Sikap Hizbut-Tahrir silahkan baca di situsnya dan cari sendiri yach.
[3]. Sebenarnya Antara News juga melakukan kesalahan yang serupa dengan pemberitaannya di sini: Ulama Arab Saudi Ditangkap Karena Serukan untuk Serang Israel. Yah, saya tidak terlalu menggubrisnya karena saya tidak cinta Antara. Lagi pula, Hizbut-Tahrir sebagai sebuah pergerakan Islam seharusnya bisa membedakan antara Yahudi, Israel, dan Zionisme.
[4]. Sejujurnya ini baru pertama kalinya saya menyebut Hizbut-Tahrir dengan sebutan “mereka”. Hizbut-Tahrir adalah bagian dari kita, umat Islam. Seandainya ada yang melecehkan Hizbut-Tahrir, semampu saya juga akan membelanya.

Senin, Januari 12, 2009 at 1:44 pm
saya suka sekali dengan artikel ini. Ilmiah dan melihat tidak hanya dari satu sisi saja (berbeda dengan tulisan2 beberapa teman anda. he..he..) .
Saya juga sudah lihat situsnya dan ternyata belum di-approve. ya baik sangka aj, namanya propaganda tentu mereka akan menampilkan komentar yang mendukung argumen mereka.
Senin, Januari 12, 2009 at 7:17 pm
asslm,
sedikit menanggapi ya…memang setelah saya mencari info di internet entah itu situs indonesia, arab, atau manapun seikh tersebut memerintahkan utk menyerang semua warga Israel di seluruh dunia (coba cari di google) jadi Hizbut-Tahrir.or.id emang mengurangi kalau memang sesuai dengan apa yang antum tulis.
terlepas dari apa yang di tulis di Hizbut-Tahrir.or.id, memang banyak orang yang berpendapat tentang kurang terlihatnya reaksi pemimpin2 arab (gk cuma di situs Hizbut-Tahrir.or.id)
kita semua tahu muslim di semua negara bereaksi,bahkan gk cuma orang muslim, banyak non muslim yang ikut bereaksi karena memang ini masalah kemanusiaan, israel memang telah melampaui batas. namun yang ingin kita lihat adalah reaksi yang TEGAS dari pemimpin islam, masa’ kalah sama venezuela ??? (walaupun kita juga gk tahu ap motif venezuela sebenarnya)
ya sikap yang tegas (bukan berarti keras), misalnya lewat PBB, trus secara tegas berstatement mengutuk serangan israel,dsb (malah dari berita, mesir malah menutup perbatasan utk masuknya bantuan dan orang2 yang mengungsi)sikap TEGAS belum terdengar dari pemimpin negara2 arab, makanya akhirnya banyak orang yang kecewa dengan negara2 arab (indonesia juga kurang tegas).
di satu sisi saya juga tidak sepakat dengan Hizbut-Tahrir.or.id yang kurang tabayyun, dan di sisi lain juga kurang puas dengan sikap pemimpin arab yang kurang tegas.
jadi kita sekarang lakukan aja apa yang kita bisa, membantu dengan doa,membantu dengan sumbangan dana dsb semampu kita…walaupun begitu kita juga harus husnudzon kepada negara-negara arab , kepada Hizbut-Tahrir.or.id, dan kepada muslim dimanapun…
wallahua’lam
Senin, Januari 12, 2009 at 8:19 pm
wah, keren kamu Wahyu., jika itu memang benar aku dukung, tapi mungkin siap untuk mendapat balasan dari HTI
Selasa, Januari 13, 2009 at 1:43 am
syukron infonya. jazakallahu khoiron
Selasa, Januari 13, 2009 at 9:13 am
Yang perlu dikritisi dari tulian anda adalah:
Apakah anda sudah menganalisa isi dari fatwa lajnah fatwa terbaru lajnah daimah tentang krisis gaza?
Berikut kutipan dari fatwa tersebut:
Dan pembelaan bentuknya umum mencakup banyak aspek sesuai kemampuan sambil tetap memperhatikan keadaan, apakah dalam bentuk benda atau suatu yang abstrak dan apakah dari muslimin awam (non pemerintah –ed) berupa harta, makanan, obat-obatan, pakaian, dan yang lain sebagainya. Atau dari pihak pemerintah Arab dan negeri-negeri Islam dengan mempermudah sampainya bantuan-bantuan kepada mereka dan mengambil posisi di belakang mereka dan membela kepentingan-kepentingan mereka di pertemuan-pertemuan, konferensi-konferensi, dan musyawarah-musyawarah antar negara dan dalam negeri. Semua itu termasuk ke dalam bekerjasama di atas kebajikan dan ketakwaan yang diperintahkan di dalam firman-Nya:
وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبَرِّ وَالتَّقْوَى
“Dan bekerjasamalah kalian di atas kebajikan dan ketakwaan”. (Al Ma’idah: 2)
Dalam fatwa tersebut ulama saudi hanya memberikan solusi memberikan bantuan dan mengadakan pertemuan dan konferensi guna perdamain antara palestina dan israel laknatullah. Dan dalil yang digunakan tidak tepat karena pertolongan kepada palestian sekarang adalah bentuk jihad bukan yang lain.
Sudah kita ketahui bahwa pertemuan dan koferensi telah dilakukan selama beberapa dekade dan tidak membuahkan hasil. Saudi arabia, mesir dan negeri2 Islam saat ini mengadakan pertemuan hanya untuk meredam emosi umat padahal dengan itu Israel tidak akan berhenti menyerang Palestian. INGAT PBB saja tidak mampu mengeluarkan kecaman kepada tindakan israel karena selalu diveto oleh Amerika sebagai pengasuhnya.
Sekarang yang paling dibutuhkan oleh rakyat palestina bantuan dalam bentuk militer ingat saudi arabia adalah pengimpor senjata militer tebesar di timur tengah, apakah itu hanya untuk perhiasan saja?
Seandainya negeri muslim masing2 mengirim 1000 pasukan saja akan terkumpul lebih dari 50000 tentara yang siap betempur di garis depan melawan israel.
Selasa, Januari 13, 2009 at 1:13 pm
MENGAPA DUNIA BENCI YAHUDI ??
Setiap kontroversi pahit di belahan dunia manapun selalu mengangkat pertanyaan lama ini : mengapa dunia benci Yahudi ?
Dgn hanya 13 juta Yahudi di dunia ini, kurang dari 4 persen penduduk bumi, mengapa kelompok kecil menjadi sumber kebencian yg tinggi, meluas dan bahkan dimusuhi secara biadab ?
Jawabannya sudah jelas bagi siapapun yg memonitor propaganda anti-Semitik seantero dunia. Mereka yg mengungkapkan kebencian, dengki ataupun ketakutan terhdp Yahudi selalu men-cari2 alasan : Yahudi sombong, elitis, agresif dan haus akan kekuasaan.
…
Tuduhan jaman abad pertengahan bahwa Yahudi2 sombong mencari dominasi global bersumber dari:
1- Tekanan atas konsep “BANGSA TERPILIH” dlm Injil
2- Kemakmuran Yahudi dan keberhasilannya membangun masyarakat yg sumbangannya sangat berarti,
3- Sukses luar biasa Negara Israel dlm hanya 60 tahun eksistensinya. (Lihat aja Indonesia, udah 60 tahun merdeka, nggak juga bisa bikin jalan yg nggak berlobang ! Bentar2 minta bantuan asing. Pernahkah kau mendengar Yahudi minta bantuan asing ?)
Keterangannya ini nih !
I. KONSEP BANGSA TERPILIH
Menurut kitab suci kami, Yahudi dipilih utk menanggung tanggung jawab tertentu, bukannya diberi hak istimewa : kami menerima kewajiban khusus, ketimbang menyatakan diri memiliki kekuatan khusus. Dlm tradisi Yahudi, non-yahudi (disebut juga dgn ‘gentiles’) diharapkan dapat menerima TUJUH commandments—aturan ttg ajaran dasar moralitas. Menurut ajaran Torah, ‘gentiles’ yg mengikuti aturan ini (jangan
membunuh, jangan mencuri, jangan nge-sex serampangan dsb) harus dianggap sbg orang yg benar dan di-asumsikan mendapatkan haknya di Dunia Yang Akan Datang nanti.
Namun Tuhan, menurut kami, menuntut lebih banyak kewajiban dari Bangsa Terpilihnya ini – 613 aturan, persisnya – ttg makanan, etika dagang, hubungan perkawinan dan kewajiban hari Sabbath.
Jadi konsep ‘Terpilih’ itu merlibatkan KEWAJIBAN, BEBAN, dan bukan hak istimewa —spt disebutkan dlm bahasa kami, “Ohl Malchus Shamayim” atau “The Yoke of the Kingdom of Heaven/Pasangan (?) Kerajaan Surga,” utk menggambarkan komitmen setiap Yahudi yg menerima Perjanjian Ibrahim.
Jadi konsep “Bangsa Terpilih” ini bukan asumsi bahwa Tuhan memilih kami bagi otoritas militer, politik maupun ekonomi tertentu. Injil mengatakan bahwa Yahudi akan menjadi “bangsa pendeta dan bangsa suci” — bukan semacam superpower yg ingin menguasai Timur Tengah ataupun seluruh dunia.
Tradisi kami selalu menetapkan kekuasaan Yahudi sbg spiritual, ketimbang duniawi. Tidak ada satupun pemimpin Yahudi, bahkan sampai ke jaman Musapun yg mengatakan bahwa yahudi harus menguasai dunia dan bangsa2 lain.
(Nabi Ibrahim/Nabi Musa sebelum mati nggak pernah bilang tuh bahwa ‘Missi saya adalah agar semua orang di dunia ini mengucapkan bahwa Tiada tuhan selain Yahwe dan Ibrahim/Musa adalah rasulnya.’ NGGAK ADA TUH : ‘la illah ha Yahwelah, Ibrahim rasul Yahwe’ … atau gimana bunyinya dlm bhs Yahudi … !)
Injil juga secara khusus menetapkan wilayah perbatasan Tanah Suci yg cuma se-imprit dibandingkan dgn kerajaan2 yg sudah ada waktu itu itu disebelah selatan (Mesir) dan sebelah timur (Babylonia, Assyria, Persia).
Bahkan selama jaman besar Israel dibawah Raja Daud dan Solomon, Negara yahudi saat itu tidak pernah menguasai ataupun memegang kontrol penuh terhdp wilayah yg dijanjikan itu—apalagi kekuasaan sedunia. (Beda tuh dgn Muhamad dan kalifat2nya yg menyebar dgn pedang … pakai kirim surat segala lagi :”Yth. Raja …, Kami mengundang anda utk mengakui ‘la illah ha ilalah .. und Muhamad rasulullah.’ Kalau nggak Negaramu akan kami bablas, dari Persia sampai Turki Bizantin.” SINTING !)
Pada saat itu, spt Israel sekarang juga, bangsa Yahudi hanya menginginkan Negara yg aman dlm batas2 tanah yg diberikan Yahwe, setiap orang “dibawah kebun anggurnya sendiri2.”
II. SUKSES YAHUDI DI NEGARA2 DIASPORA
Tidak ada yg dapat membantah bahwa Yahudi di AS dan negara2 lain mencapai tingkat kemakmuran dan pengaruh yang luar biasa (tanpa bantuan minyak, Israel adalah satu2nya Negara di Timur Tengah yg nggak punya minyak !) shg gossip “dominasi” atau “kontrol” Yahudi semakin rawan terdengar dilingkungan Propagandis neo-Nazi. Tidak ada satupun industri atau bidang dimana Yahudi berjumlah lebih banyak ataupun melebihi bangsa lain atau menguasai non-Yahudi (kecuali di Israel tentunya).
Bahkan pengaruh Yahudi di Hollywood juga sudah sangat berkurang dlm 70 tahun belakangan ini.
Kebanyakan studio2 film pionir dibentuk dan dimiliki keluarga2 Yahudi imigran sudah meninggalkan bisnis itu (M-G-M) atau menjualnya ke perusahaan2 yg amat sangat jauh dari Yahudi (dari Columbia sampai Japanese Sony Corporation dan 20th Century Fox kpd seroang keturunan keluarga pastor Presbyterian Australia, Rupert Murdoch). Kedua konglomerat dunia hiburan terbesar didunia memiliki chairman yg keturunan Afrika-Amerika(Richard Parsons di Time Warner) dan bahkan Arab-Amerika (George Mitchell di Disney). Tidak ada satupun dari mereka yg Yahudi. Daftar orang2 penting Hollywood tahun ini, menurut Premiere Magazine dll, menunjukkan bahwa hanya ¼ dari mereka adalah Yahudi. SO, mana dominasi Yahudi yg sering diteriak2kan itu ???
Daftar perusahaan2 terkaya the Fortune 500 menunjukkan dlm top ten mereka, perusahaan2 minyak milik Arab tanpa ada satupun hubungan dgn Israel, spt juga perusahaan mobil (Ford) yg didirikan oleh tokoh paling anti-semitik didunia ini, dan sebuah perusahaan penjualan yg dijalankan oleh Kristen konservatif dari Arkansas (Wal-Mart)—tapi tidak satupun perusahaan didirikan atau dimiliki Yahudi.
Diantara top 100, paling banyak enam perusahaan (Home Depot, Goldman Sachs dan Lehman Brothers) yg bisa dianggap berbau Yahudi. Dgn fakta2 yg tidak dapat dibantah ini, berikut pula dgn akses orang pada internet, semakin sulit utk bersikeras bahwa Yahudi “memiliki” atau “mengontrol” kebanyakan bank2 dunia, surat kabar, perusahaan media dll institusi2 penting.
(Kecuali kau bernama Mahathir dan percaya bahwa ‘The Jews rule by proxy,’ tanpa perlu membuktikannya tentu. Karena muslim percaya apa saja yg dikatakan Muslim lain. BAHKAN BIN LADEN DIANGGAP AGEN YAHUDI … )
Ada yg menganggap bahwa keluarga perbankan ternama Rockefeller adalah Yahudi. Mereka sebenarnya Kristen JERMAN yg berimigrasi ke Philadelphia th 1723) atau keluarga Rothschild—target paling besar para anti-Semit selama lebih dari 200 tahun—masih juga mendominasi dunia perbankan. Padahal kekuasaan keluarga itu mencapai puncak pada jaman NAPOLEON dan kehadiran mereka dlm ekonomi global sudah non-existent.
(Gua, ali5196, di London pernah bekerja dgn seorang Rotschild yg ternyata miskin, tuh ! Naik transport umum, istri kerja, anak2 harus cari uang saku sendiri. Nggak ada tuh macam pesta pora ala Arab (minum dan judi dan sewa *****) di Hotel The Ritz))
Ada juga tendensi para anti-Semitik paranoid utk mengorek2 nama2 berbau Yahudi dlm bidang2 dimana Yahudi memainkan peranan kecil dan lalu dgn gegap gempita berteriak2 ‘TUH KHAN, YAHUDI LAGI YAHUDI LAGI …’
Ingat tuduhan terhdp pemerintah Bush yg mengatakan bahwa kabinetnya didominasi Yahudi “neo-konservatif” yg memaksa Presiden utk berperang melawan Iraq demi kepentingan Israel ? Kenyataannya, Yahudi sangat sedikit menduduki posisi otoritas selama masa jabatan Bush pertama: utk pertama kali dlm lebih dari 65 tahun (sejak Presiden Roosevelt !) cabinet Presiden (15 departemen) tidak mencakupkan satupun orang Yahudi. Oh ya, orang2 yg resek dgn Yahudi paling bisa menyebutkan dua nama; Paul Wolfowitz, Wakil Menteri Pertahanan (pernah jadi dubes di Indonesia & sangat popular pula !) dan Douglas Feith, Wakil Menteri Pertahanan bagi Masalah Kebijaksanaan) dan seorang penasehat sipil Departemen Pertahanan & Keamanan (Richard Perle, dari Badan Kebijakan Pertahanan) yg tidak bisa dihitung sbg pegawai pemerintah. Kalau para anti-Semit ini percaya bahwa Wolfowitz dan Feith menguasai boss mereka yang gualak dan keras itu, Don Rumsfeld, ini sangat lucu !
Para Yahudi-phobis ini juga senang menyalahkan Yahudi dlm Senat karena memaksa AS berperang di Irak. Mereka lupa bahwa Senat hanya memiliki 11 Senator Yahudi (termasuk senator anti-perang Russ Feingold dan Barbara Boxer) yg sebenarnya memberikan suara menantang resolusi mengotorisasi perang –pada saat hampir 80% anggota senat non-yahudi mendukung perang mendepak Saddam Hussein.
Bagi Yahudi spt saya, salah satu aspek yang paling aneh dlm kegiatan anti-semitik ini adalah bgm orang2 Yahudi yang sangat terpecah2 dan berbeda pandangan satu sama lain dan tidak memiliki afiliasi apapun dgn sesama, dianggap mampu bersatu utk menguasai dunia.
Contoh, saya seorang pembawa acara sebuah radio sebuah talk show, dan begitu pula si Al Franken dari Radio Air America, Yahudi yg menurut saya sangat anti AS dan anti semitik, dan tidak lucu pula. Kami sering bentrok di udara dan saling mencaci di muka umum dgn keras, tapi ada juga yg percaya tuh, bahwa setelah percekcokan dimuka umum itu kami lalu mendapatkan memo rahasia dari ‘Markas Persekongkolan Yahudi’ (??) yg memberi kami perintah utk membaca buku- yg oleh para anti-semitik dianggap sbg manual Yahudi utk menguasai dunia-“The Protocols of the Elders of Zion. ”
HAHHHH ????
Hanya setengah dari penduduk Yahudi AS (sayangnya) memberi zakat kpd yayasan Yahudi ataupun menjadi anggota sinagog, Temple, kelompok2 lobby pro-Israel, B’nai B’rith lodge, atau organisasi Yahudi lainnya.
Jadi, kepercayaan dlm mitos “kekuasaan Yahudi” karena banyaknya akuntan atau dokter gigi yg Yahudi, memang tidak masuk akal. Malah bisa dikatakan sbg bentuk sakit jiwa, atau ‘phobia’, yi. ketakutan tidak masuk akal.
III: SUKSES ISRAEL dan TUDUHAN “EXPANSIONIS” dan “IMPERIALIS”
Aneh kalau orang2 Islam menganggap Israel bermaksud membentuk sebuah “Israeli Empire,” yg haus kekuasaan dsb dsb. APAKAH MEREKA PERNAH MELIHAT PETA !! SEBERAPA BESAR SIH ISRAEL ?? Mesir aja besarnya 48 kali Israel. Arab/Muslim padahal menguasai tanah 300 kali lebih besar dari wilayah Israel.
(Israel tidak lebih dari Pulau Jawa ! Cek lagi dong ! Siapa tahu gua salah. Siapa tahu besarnya cuma sebesar Jawa Barat !)
Dgn kata lain, bahkan sebelum Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad mengatakan ingin “menghapuskan Israel dari peta,” 99.7% dari tanah Arab sudah dibersihkan dari Yahudi.
Selama lebih dari 30 tahun, Israel malah semakin menciut dgn dicaploknya daerah2nya menjadi bagian Arab Palestina. Jadi, MANA BUKTI KEAGRESIFAN AGRESIF DAN KEINGINAN ISRAEL UTK MENGUASAI DUNIA ???
Didirikannya Negara Israel bukan akibat kebencian dipihak Yahudi, tetapi kebencian TERHADAP Yahudi. Bukan hanya di Eropa, diseluruh dunia Islam, hampir satu juta Yahudi pribumi Timur Tengah dan Afrika Utara diusir dari tempat tinggal mereka selama ribuan abad. Tidak ada satupun dari kedelapan perang besar yg dilancarkan Israel adalah utk mencaplok wilayah baru. Semuanya merupakan upaya mempertahankan diri terhdp negara2 tetangga yg tidak habis2nya mencoba mendepak Yahudi tanahnya.
Setiap anak Arab di Lebanon, Gaza, dan Tepi Barat bisa tidur nyenyak, besok juga, jika orang tua mereka menanggalkan proyek jangka panjang mereka utk mendepak Yahudi dari Timur Tengah.
Israel tidak menuntut hak2 istimewa, hanya hak sederajad dgn negara2 lain, tetangga2nya, agar bisa hidup tanpa gangguan dan serangan bertubi2 oleh teroris dan milisia (YANG NOTA BENE BERKUASA SECARA PROXY ! Ingat ini MAHATHIR, you Blind Bigot !!)
Tidak ada bangsa di dunia ini yang sepanjang sejarah umat manusia telah diperlakukan secara negatif seperti Yahudi : dimusuhi, diusir dan dibunuh dimana2.
Spt ditulis teman2 saya, Dennis Prager dan Joseph Telushkin, dlm judul buku, Why the Jews?
Why indeed !
Selasa, Januari 13, 2009 at 5:09 pm
saya rasa komentar wahyu cukup bijak.
tapi tolong dicari tau lagi:
-sebesar apa pengaruh fatwa lajnah daimah itu thdp pemerintahan Saudi? krn ‘beberapa orang’ di pemerintahnya bisa saja tdk menaati hal itu.
-yang diucapkan ulama itu tdk sepenuhnya salah. karena mayoritas orang israel menikmati penggempuran atas palestina. termasuk warga sipil. tapi kita memang tdk bisa sembarangan membunuh orang tanpa hak.
tp bisa kita lihat lebih jelasnya, apa yang dikatakan alQarni (sumber http://www.rightsidenews.com/200812303152/):
Awad Al-Qarni states in his fatwa: “I am publishing a religious ruling according to which all Israeli interests and anything which has an Israeli affinity, constitutes a legitimate target for the Moslems wherever it may be”. He added “The Zionists must be targets, and their blood must be shed as the blood of our brothers is being shed in Palestine”.
(jadi penekanannya pada zionis, bukan sembarang israel. dan jumlahnya sebanding dengan jumlah saudara kita yang meninggal, nggak sembarang bantai…)
Awad Al-Qarni Also stated that: “If not for the laxity of the Arabs and the involvement of some of the Arab governments in this conspiracy, the Zionists would not dare to perpetrate this slaughter”.
(beliau menangkap keterlibatan beberapa pejabat arab dlm konspirasi ini sehingga israel berani…)
orang amerika menilai beliau sebagai:
Awad Al-Qarni has a Ph.D. in Islamic traditional law. He is employed as a lecturer at the King Khaled University in Saudi Arabia, as well at as other educational centers in the Kingdom. He is considered to be one of the harshest rivals of modernization and secularism in the Saudi arena and he frequently voices his radical opinions at the conferences which he attends, in his essays and his publications.
(beliau salah satu rival yang menolak sekularisme dan modernisasi di arab… memang sih suaranya dinilai radikal… itu menurut orang amerika)
syukron infonya…
pelajaran buat saya:berhati-hati dlm ucapan, perkataan dan tindakan.
Selasa, Januari 13, 2009 at 8:00 pm
@ Yudhaindrawan
Syukron akh… Satu pernyataan dari saya tentang propaganda: Propaganda itu untuk pencerdasan, bukan pembodohan.
@ Wahyuew SF07
Saya sepakat dengan semua pernyataan antum, terutama sekali yang “Di satu sisi saya juga tidak sepakat dengan Hizbut-Tahrir.or.id yang kurang tabayyun, dan di sisi lain juga kurang puas dengan sikap pemimpin arab yang kurang tegas.” Hanya saja saya belum menentukan sikap: dalam bentuk apa saya ingin memperbaiki -semampu saya- sikap negara2 muslim supaya lebih tegas. Maksud saya, bagaimana saya mengeluarkan kekecewaan saya dengan lebih efektif. Demonstrasi pun saya rasa 90% percuma. Harus dialog langsung tampaknya; dan juga dengan memahami sudut padang para pemimpin negara2 (yang mayoritas penduduknya) muslim, termasuk Indonesia. Untuk Indonesia, saya rasa metodenya harus berbeda… Mengingat Indonesia bukan negara Islam.
@ dhesa
Saya rasa 70% HTI tidak akan membalas sikap saya. Tapi bukan berarti saya hanya diam saja sejak awal. Minimal, jika ikhwah2 HTI baca artikel saya, 80% kemungkinan sikap mereka akan lebih hati-hati.
@ Senopatiarthur
Saya sudah menganalisanya, setidaknya untuk beberapa sisi. Hanya saja saya belum berani mengeluarkan pendapat saya karena masih ada yang kurang. Maaf jika saya masih belum banyak bersikap tentang hal tersebut. Tapi saya setuju seharusnya semua negara arab mengeluarkan pasukannya dengan 1 komando untuk membela palestina. Hanya saja bentuk apa yang harus kita lakukan sebagai upaya merealisasikannya? Saya tidak mau berkata-kata tanpa konsep yang jelas.
@ babehnya zaid
Sama-sama… =) Salam buat ikhwah di UNPAD…
@ i am juden
Saya tidak ada komentar terhadap antum karena persoalannya berbeda. Saya juga tidak bilang saya benci yahudi sebagai sebuah komunitas masyarakat. Saya hanya benci zionisme sebagai sebuah ideologi. Saya punya pertanyaan terhadap antum yang mengaku jews… (kok nulisnya juden sih, bukan jude?), bagaimana sikap antum terhadap zionisme? Balas ya. Kalau ga di-reply, saya kirim ke email antum. Itu asli kan?
@ Rosi
Setidaknya pada masa syaikh al-Albany, Fatwa Lajnah Da’imah sangat berpengaruh. Terlebih lagi, mengingat bagaimana Saudi didirikan dan bagaimana selanjutnya Saudi menerapkan fatwa2 Lajnah Da’imah secara ketat. Tapi, sejujurnya, saya merasa ada sedikit pergeseran. Mungkin karena saat ini belum ada sosok ulama yang berpengaruh seperti Syaikh al-Albany rahimahullah. Wallahu a’lam.
Bisakah diajukan bukti yang mendukung pernyataan ukh Rosi berikut ini “mayoritas orang israel menikmati penggempuran atas palestina”. Percuma saja merujuk pada media negara Israel karena selama ini media tersebut tentu ditopang pemahaman zionis. Dan saya belum tahu, seberapa banyak orang2 yahudi yang benci zionis? Mungkin bisa ditanyakan kepada orang yang di atas?
Sejujurnya saya belum baca link tersebut. Sejujurnya, sudah lama di dalam otak saya bergentayangan pemikiran-pemikiran tentang keterlibatan pemerintah Arab tersebut. Jika itu benar, sebenarnya wajar sikap HTI sekarang, menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan Saudi, minimal di mata warga Indonesia. Hanya saja, kewajaran tidak melegitimasi kebenaran bukan? Saya hanya kecewa, karena sikap HTI yang selama ini saya kenal harus ternoda dengan hal-hal seperti ini.
Adakah sedikit pencerahan dari ukh Rosi tentang sikap Saudi terhadap zionisme? Maklum lah… Masih cupu soal perkembangan timur tengah nih… =) Syukron…
Rabu, Januari 14, 2009 at 11:41 am
Memang terjadi berbagai kesimpangsiuran dalam penyebaran informasi khususnya seputar kondisi di Palestina dan hubungannya dengan sejarah yang ada di balik negara Israel serta mengapa negara-negara Arab berpangku tangan melihat kondisi saat ini,.
Namun, yang perlu dipahami adalah, jangan sampai hal-hal tersebut menghalangi kita untuk bersatu dalam satu gerakan, karena makna persatuan tak sekedar bersama bergerak, namun bergerak dengan tujuan sama,.
Kamis, Januari 15, 2009 at 4:06 pm
ci baru tahu tentang ini. hm, perlu pemikiran lebih dalam. thx ya udah ngasi gambaran pembuka!
@i am juden,
Anda belum tahu bahwa ayat2 talmud yg gelap itu bener2 GILA. baru sedikit yang Anda tahu. coba googling lebih banyak lagi atau masuk forum myQ untuk baca lebih lengkapnya!
“orang2 non yahudi adalah BUDAK dan laju pertumbuhan mereka harus DITEKAN (alias dibunuh).” ini salah satu yang paling nyata di tuntunan kitab mereka!
Anda orang muslim, bukan? rahmatan lil ‘alamin itu adalah Islam, bukan Yahudi (ga mau nyebut israel, kebagusan bwt mereka)
Sabtu, Januari 24, 2009 at 11:29 pm
Kekerasan dibalas dengan kekerasan..
Pembunuhan dibalas dengan pembunuhan…
Bagaimana dunia mau damai kalau ideologi kalian seperti ini?
Kalau ideologi kalian seperti ini, kedamaian hanya akan tercapai jika seluruh dunia sudah mengikuti ideologi kalian…
Ada umat kalian yang tertindas, kalian langsung berseru: “Allahuakbar!! Ayo maju, ayo maju, bantai semua!! Darah ‘mereka’ sudah halal!!!” (ini ekstremnya, tapi biasanya tidak ditonjolkan karena dapat merusak nama kalian [Maaf kalau menyinggung]).
Andaikan kalian mengikuti ajaran lain yang lebih mulia dari nabi kalian (sekali lagi maaf kalau menyinggung), maka dunia akan lebih damai dari sekarang…
(untuk semua yang membaca comment ini, maaf kalau kata-kata saya menyinggung, tapi ini hanyalah suatu buah pikiran dari seseorang yang mencintai kedamaian..)
Senin, Januari 26, 2009 at 3:41 pm
@ PecintaKedamaian
Tidak seperti Anda. Kami umat muslim selalu diajarkan untuk tabayyun (semacam mengecek/klarifikasi/mempertimbangkan secara adil dan hati-hati terlebih dulu) oleh Nabi kami sebelum melakukan sesuatu. Agaknya Anda tidak membaca baik-baik ucapan saya, “Motto saya, media dibalas dengan media. Cercaan dibalas dengan cinta.”
Saya rasa ini bantahan yang cukup pedas untuk Anda yang berkata seolah2 kami telah berkata, “Kekerasan dibalas dengan kekerasan.. Pembunuhan dibalas dengan pembunuhan…” Ya, itu memang cuma ucapan Anda sendiri.
Saya yakin tabayyun adalah langkah pertama menuju perdamaian. Tentu ditambah hal-hal yang lain yang di luar kategori topik postingan ini.
Tapi, dalam hal ini saya juga ingin menegaskan, andaikan semua umat Islam mengikuti dengan kaffah dan sami’na wa atho’na terhadap ajaran Rasulullah, saya rasa komentar dari PecintaKedamaian seperti ini tidak akan muncul.
Rabu, Januari 28, 2009 at 2:18 am
“mengecek/klarifikasi/mempertimbangkan secara adil dan hati-hati terlebih dulu”
Kalau yang diklarifikasi ternyata memang benar, maka sudah bisa dihalalkan kan darah”nya”?
Nabi Anda pun mencontohkan untuk membunuh kan, walaupun ada syarat-syarat tertentu. Tetapi ketahuilah, nyawa kita bukanlah manusia yang punya. Kita tidak mempunyai hak apapun untuk mengambil nyawa ini, baik nyawa kita sendiri maupun nyawa orang lain. Satu-satunya yang berhak adalah Dia.
Apa yang saya ucapkan adalah berdasarkan pengamatan saya sendiri terhadap apa yang terjadi di dunia. Kalau memang Anda mengatakan hal tersebut tidak benar, ya tolong Anda perbaiki oknum-oknum yang membawa saya pada kesimpulan tersebut (Anda pasti tahu apa/siapa yang saya maksud, jangan menutup mata pada apa yang terjadi di dunia ini).
Mungkin ini terakhir kalinya saya memberi komentar di tulisan ini.
Terima kasih dan sekali lagi maaf kalau ada kata-kata saya yang menyinggung.
Minggu, Februari 22, 2009 at 10:51 pm
Wahyu…anda membela yahudi…apakah anda yahudi atau antek israel? Ingat Allah SWT akan menghisab perbuatan kita, siapa yang memfitnah tempatnya neraka… Sadarlah wahai wahyu
Senin, Februari 23, 2009 at 10:45 am
@atas
Saya mulai malas mengomentari balik komentar2 yang tak penting. Saya merasa terlalu baik meloloskan komentar seperti ini. Cuma menghindari mudlorot saja.
Kolom komentar di halaman ini ditutup