Kategori artikel: tidak terlalu berat, dikhususkan untuk seluruh umat Islam.
Anda diasumsikan memahami makna Jihad, Ashobiyah, dan mengetahui kondisi timur-tengah secara umum, minimal tentang Palestina dan Arab Saudi

Antara Saudi dan Hizbut-Tahrir
Antara Saudi dan Hizbut-Tahrir

Bismillahir Rahmanir Rahiim…

Sebenarnya artikel ini sudah cukup lama. Saya hanya berusaha semampu mungkin menjadi agen pemersatu umat Islam dalam satu barisan dengan satu tujuan: membela al haq dan menjadi oposisi bagi kebatilan. Tidak ada ashobiyah, tidak ada kepentingan pribadi atau segelintir pihak saja.

Sebenarnya saya terpaksa menulis artikel tahdzir (menjauhkan umat dari sesuatu) ini. Jika bukan karena rasa cinta yang membiru terhadap umat ini, saya tentu tidak mau mengirimkannya. Motto saya, media dibalas dengan media. Cercaan dibalas dengan cinta.

Cerita ini bermula dari ketidak-sengajaan saya mengunjungi situs ini pada tanggal 5 Januari 2009. Dalam artikel tertanggal 3 Januari itu termuat:

Serukan serang Israel, seorang Ulama’, Syikh Awad al Qorny ditangkap pemerintah Saudi (inilah.com, 01/01).

Hayo, siapa yang tidak panas? Lalu, dengan memotong di antara lipatan kertas yang dibuat sendiri, Hizbut-Tahrir[1] dengan gaya bom-bar-dir-nya berkomentar:

Inilah daftar pengkhianatan penguasa. Sungguh Islam dan umatnya tidak butuh mereka. Kelak mereka akan dicampakkan oleh umat dengan cara yang lebih hina. Inilah saatnya umat mempunyai Khilafah yang akan menghentikan kebiadaban Israel dan membuat perhitungan dengan para penguasa pengkhianat itu.

Pedes banget ga sih… Sama sekali ga mengandung rasa cinta terhadap sesama muslim. Saya mendapatkan artikel itu di link ini: http://hizbut-tahrir.or.id/2009/01/02/pemerintah-saudi-tangkap-ulama-yang-serukan-jihad-melawan-israel/ Apakah komentar pedas ini sudah tabayyun? Apakah sudah diklarifikasi ke pihak yang terkait? Jujur saya heran. Karena lembaga fatwa di Arab Saudi sendiri telah memfatwakan untuk bersama-sama melindungi Palestina. Kongkretnya, ujung-ujungnya tentu saja jihad[2]. Lalu, kalau begitu, semua ulama di sana ditangkap dong? Silahkan baca di link ini. Cek ricek, saya mencoba mencari artikel ini di arsip inilah.com pada tanggal 1 Januari 2009. Saya menemukannya. Tapi kalimatnya tidak sesederhana itu. Berikut nukilannya secara utuh:

Serukan Serang Israel, Ulama Ditangkap

INILAH.COM, Riyadh – Pemerintah Arab Saudi tidak bisa berbuat apa-apa atas penyerangan Israel ke Palestina. Namun ketika seorang ulama terkemuka menyerukan serang Israel, mereka malah menangkapnya.

Sheikh Awad Al Qarni menyerukan untuk menyerang warga Israel di seluruh dunia sebagai balasan terhadap serangan Israel ke Gaza. Dilansir dari DPA, Kamis (1/1), Al Qarni mengeluarkan fatwa pada Senin lalu yang menyebut darah orang Israel halal selama mereka menumpahkan darah saudara kita di Palestina.

Koran al-Rasad melaporkan bahwa al-Qarni ditangkap di Saudi Selatan dan telah dibawa ke Riyadh. Polisi tidak mau berkomentar atas penangkapan itu.

Dalam beberapa hari terakhir, fatwa al-Qarni banyak dibicarakan di situs-situs Internet, tulis koran tersebut. [*/ana]

Bacalah baik-baik, terutama yang saya warnai hurufnya dengan warna biru. Bukankah Syaikh tersebut mengatakan untuk menyerang semua warga Israel di seluruh dunia? Apakah itu yang dimaksud dengan “jihad melawan Israel” oleh Hizbut-Tahrir? Hizbut-Tahrir dalam situsnya seenaknya memotong kalimat informatif itu dengan kata-kata yang sangat sederhana, “Serukan serang Israel“. Sungguh sangat berbeda antara Israel yang menyerang Palestina dengan warga Israel di seluruh dunia.[3] Jihad sama sekali bukan seperti itu. Pemahaman bantai sana-sini yang penting dia orang “Israel”-lah yang dianggap banyak orang sebagai Terorisme! Maksud saya, terorisme terhadap warga Israel. Siapa yang tidak membenci Israel setelah pembantaiannya yang memilukan hati semua umat manusia tersebut? Jadi jangan bersikap seolah-olah cuma kita (termasuk Hizbut-Tahrir) yang memahami kondisi timur tengah.

Ini adalah kekacauan aliran informasi. Sekaligus juga merupakan salah satu dari sekian banyak penyebab kemunafikan di dalam pemberitaan dan modus dari ashobiyah! Benar-benar pembodohan. Kecil kata-katanya, besar efeknya. Sampai-sampai banyak blog yang latah menyebarkan komentar Hizbut-Tahrir ini di berbagai tempat. Silahkan cari sendiri via RSS.

Inilah.com walaupun tampaknya keliru memaknai jihad, tapi setidaknya tidak memotong informasi itu. Orang yang memahami Islam dengan baik tentu akan sedikit mengkerutkan keningnya (sekaligus geleng-geleng kepala) setelah membaca komentar dari inilah.com. Tapi, memang itulah realitanya. Saya tak ingin membahas panjang lebar di postingan kali ini kecuali 3 hal: bersikaplah adil, tidak bombardir, dan arif dalam pemberitaan. Itu saja.

Hizbut-Tahrir.or.id semestinya bersikap bijak

Jika umat muslim Indonesia mendengar kata-kata di situs Hizbut-Tahrir tersebut, siapa yang tidak marah dengan Saudi? Dengan sifat umat muslim Indonesia yang malas untuk cek dan ricek, malas tabayyun, lebih suka bom-bar-dir dulu mikir belakangan, saya rasa tidak ada yang mau repot-repot untuk mengecek ke sumber asalnya, dan juga mengingat informasinya tidak mudah dicari. Tapi inikah yang diharapkan Hizbut-Tahrir? Saya rasa artikel ini tidak mendidik dan justru memunculkan benih-benih kedengkian di hati umat ini. Itukah yang diharapkan Hizbut-Tahrir yang notabene begitu ingin membangun khilafah kembali? Dengan kedengkian (terhadap Saudi)-kah mereka ingin membangun khilafah?[4] Sama sekali tak mungkin bisa membangun khilafah yang penuh cinta kasih terhadap umat manusia dengan cara-cara kebencian. Hanya akan membuat firqoh (kelompok yang terpecah-pecah) saja! Terlebih lagi, saya jadi merasa bias, apa pemahaman Hizbut-Tahrir soal Jihad?

Saya sejujurnya tidak tahu apa-apa soal Hizbut-Tahrir, kecuali satu hal: fokus yang kuat menuju pembangunan khilafah kembali. Saya sudah meminta klarifikasi ke Hizbut-Tahrir.or.id tentang artikel ini. Tapi tidak ada respon. Padahal saya sudah memasang komentar ke situs tersebut dua kali, yakni pada tanggal 5 dan 10 Januari 2009. Sampai saya membaca Hizbut-Tahrir.or.id terakhir kali untuk memberikan komentar kedua ini, komentar pertama saya belum di-approve. Saya tidak habis pikir. Semua komentar yang di-approve adalah komentar-komentar penghinaan terhadap Saudi. Tapi komentar saya yang baik-baik (walau sedikit pedas) tidak di-approve. Padahal saya cuma bilang:

Saya sudah mencoba untuk mencari artikel tersebut di inilah.com…

Saya menemukan artikel ini: “Sheikh Awad Al Qarni menyerukan untuk menyerang warga Israel di seluruh dunia sebagai balasan terhadap serangan Israel ke Gaza. Dilansir dari DPA, Kamis (1/1), Al Qarni mengeluarkan fatwa pada Senin lalu yang menyebut darah orang Israel halal selama mereka menumpahkan darah saudara kita di Palestina.”

Saya rasa wajar saja jika ulama tersebut ditangkap… Lihatlah baik2.. Seluruh “warga israel”, bukan “seluruh penganut zionisme”… Apakah orang2 israel sipil juga harus diserang…. Saya rasa Hizbut Tahrir perlu lebih adil dengan mencantumkan Fatwa terbaru Lajnah Da’imah di:
http://ulamasunnah.wordpress.com/2009/01/01/fatwa-terbaru-lajnah-daimah-tentang-krisis-gaza/

Saya adalah seorang yang moderat. Saya mendukung Hizbut Tahrir… Tapi tidak mau dengan menjatuhkan Saudi.. Saya juga tidak mau berpikir bahwa Hizbut Tahrir terlalu reaktif dan tergesa-gesa dalam bersikap. Tapi artikel ini membuat saya ragu tentang sikap Hizbut Tahrir yang sebenarnya.

Saya tunggu komentar dari Hizbut Tahrir.

Apakah saya kurang sopan? Terlebih lagi, sebenarnya, seandainya ulama tersebut memfatwakan untuk menyerang semua penganut zionisme, fatwa inipun masih perlu dipertimbangkan mengingat di dalamnya masih tercakup kalangan sipil Israel.

Lalu bagaimana dengan fatwa beliau yang sekarang? Umat muslim bisa tergiring dengan kekacauan dengan membunuhi orang-orang yang dikategorikan Yahudi secara serampangan. Padahal, kalau tidak salah presiden Venezuela saja sudah bisa bersikap bijak dan tegas dengan meminta warga Yahudi untuk menolak secara tegas agresi Israel. Silahkan search di google engine… Saya lupa baca di situs berita mana. Tapi yang memberitakannya banyak sekali.

Jadi, sudah sewajarnya ulama tersebut diamankan sementara waktu. Terlebih lagi, Saudi dikenal sebagai negara yang memproteksi umat muslim dari pemikiran-pemikiran negatif yang menyebar.

Seharusnya Hizbut-Tahrir.or.id selain memberikan komentar juga lebih bersikap bijaksana dengan mencantumkan Fatwa Lajnah Da’imah dan ucapan-ucapan syaikh dari Saudi tersebut. Itu memang jika Hizbut-Tahrir.or.id bukan media perusuh umat Islam.

Saya mohon maaf atas kesalahan yang saya lakukan. Mohon koreksinya. Apalah saya jika dibandingkan dengan Hizbut-Tahrir. Saya hanya manusia yang penuh dengan kesalahan. Riwayat perjuangan saya jika dibandingkan dengan Hizbut-Tahrir terlampau jauh. Tapi, saya rasa itu bukan alasan untuk tidak berlomba-lomba dan saling menasehati dalam kebaikan. Saya terpaksa memposting artikel ini karena peringatan saya tidak digubris Hizbut-Tahrir.or.id selama tenggat waktu yang telah saya tetapkan (yakni 5 hari). Semoga Allah menjaga kita (termasuk Hizbut-Tahrir) di dalam kebaikan, mengampuni kekhilafan kita, dan melindungi umat ini dari zionisme dan ashobiyah.

Barokalloohufiikum.

[1]. Saya mohon maaf jika saya keliru dalam menggeneralisasikan antara Hizbut-Tahrir yang notabene gerakan Internasional dengan Hizbut-Tahrir.or.id yang notabene cuma situs bikinan orang Indonesia yang mewakili Hizbut-Tahrir.

[2]. Memang terdapat perbedaan sikap antara Saudi dan Hizbut Tahrir. Tapi perbedaan itu saya rasa bukan halangan selama umat Islam bersikap bijaksana. Silahkan baca sikap Saudi pada umumnya di sini (diwakili oleh seseorang) . Sikap Hizbut-Tahrir silahkan baca di situsnya dan cari sendiri yach. :P

[3]. Sebenarnya Antara News juga melakukan kesalahan yang serupa dengan pemberitaannya di sini: Ulama Arab Saudi Ditangkap Karena Serukan untuk Serang Israel. Yah, saya tidak terlalu menggubrisnya karena saya tidak cinta Antara. Lagi pula, Hizbut-Tahrir sebagai sebuah pergerakan Islam seharusnya bisa membedakan antara Yahudi, Israel, dan Zionisme.

[4]. Sejujurnya ini baru pertama kalinya saya menyebut Hizbut-Tahrir dengan sebutan “mereka”. Hizbut-Tahrir adalah bagian dari kita, umat Islam. Seandainya ada yang melecehkan Hizbut-Tahrir, semampu saya juga akan membelanya.